Selasa, 15 Januari 2013

The Lady's Security Guard


Baru-baru ini booming pemberitaan soal pelecehan seksual paling ekstrem yaitu perkosaan. Beberapa waktu lalu wanita-wanita India pun berunjuk rasa menuntut keadilan pemerintah atas tindakan biadab tersebut. Sedangkan di Indonesia sendiri, masyarakat digelisahkan dengan pemberitaan kematian bocah berusia kelas lima SD yang setelah dilakukan uji forensik didapat luka yang tidak wajar pada bagian kelamin anak tersebut, sehingga tim yang menanganinya berasumsi bahwa anak itu adalah korban pelecehan seksual. Astaghfirullah, Na'udzu Billah...
Daripada gelisah dan galau tingkat dewa, sebaiknya kita jadikan kasus-kasus yang menimpa saudara-saudara kita sebagai pelajaran kehidupan. Sadar atau tidak, kesulitan-kesulitan orang lain yang membuat kita berhati-hati dan antisipatif atau bahkan merasa jauh lebih beruntung. Nah, di antara pembalajaran itu salah satunya adalah kita cari jawaban ilmiah mengapa ‘pilihan hina’ itu bisa terjadi. Walaupun bahasannya akan terkesan vulgar dan menimbulkan ekspresi “Oh yaaaa?!”, semoga setelah mempelajarinya kita dapat bertindak preventif agar terlindung dari ancaman itu.

Begini Friends, sebetulnya tidak perlu dilakukan identifikasi ilmiah untuk mengetahui perbedaan fisik antara pria dan wanita. Karena sudah jelas, pria identik dengan kekekaran sedangkan wanita khas dengan gemulai dan lekuk tubuh. Dilihat dari organ pun, ada organ-organ tertentu yang dimiliki wanita dan tidak dimiliki pria, begitu pula sebaliknya. Perbedaan itu pula yang mendorong dua insan berlainan jenis ini untuk hidup berpasangan dan saling menyempurnakan. Maka dalam berpasangan ini dibicarakanlah istilah cinta dan seks. Dua komponen ini sangatlah mendasar dalam kehidupan manusia. Dalam prakteknya, dua hal ini akan diatur oleh apa yang kita sebut dengan agama. Tidak perlu merasa disulitkan, karena sesungguhnya agama sangat memudahkan dan membuat segalanya menjadi baik. Contohnya jika seseorang ingin memenuhi kebutuhan biologis ya menikahlah jalannya, bukan jajan atau ngerampok.

Well, mengapa ‘perampokan’ bisa terjadi?
Secara khusus Allan Pease dan Barbara Pease melakukan penelitian mengenai seks dan cinta berdasarkan gender. Dalam bukunya Why Men Want Sex and Women Need Love mereka menerangkan bahwa dalam hal cinta dan seks pria dan wanita memiliki kepentingan yang amat berbeda. Testosteron, senyawa hormonal yang berperan besar dalam dorongan seks, pria memilikinya 20-30 kali lebih banyak dibandingkan wanita. Inilah sebabnya dorongan seks pada laki-laki bersifat lebih kuat dan sangat mendesak. Testosteron membuat pria memiliki lebih banyak rambut, lebih besar, lebih kuat, lebih agresif, dan lebih mudah terangsang dibandingkan wanita. Namun, pria memiliki jumlah oskitosin atau yang disebut dengan hormon penyayang yang jauh lebih sedikit dibanding wanita.

Pada tahun 2006, professor di Organizational Psychology Divison di Alliant International University San Fransisco, Rebecca Turner, PhD, menghasilkan penelitian bahwa hormone oksitosin merupakan perekat ikatan emosional manusia. Bila orang berpasang-pasangan atau jatuh cinta, maka akan timbul rasa hangat yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Tingkat oksitosin yang lebih pada wanita dibandingkan pria menyebabkan wanita jatuh cinta lebih dalam di awal hubungan. Semakin banyak hormone yang diproduksi semakin besar pula kecenderungan wanita untuk memelihara rasa itu dan semakin dalam pula mereka akan terikat dengan seseorang. Hanya dengan mendengar nama orang yang dicintainya, bau parfum, berfantasi akan meningkatkan level oksitosin pada tubuh wanita. Semua hal materialistik seperti rumah mewah, mobil baru, pakaian mahal, perhiasan, tidak dapat menyembunyikan kondisi emosionalnya. Jika ia merasa dicintai dan dikagumi, hormone dalam tubuhnya akan membuat aliran darah bergerak menuju bagian pipinya, membuatnya bersinar dan memancarkan kehangatan. Sama halnya ketika ia merasa diabaikan, emosi jiwanya akan mudah terlihat.

Dalam buku tersebut dipaparkan juga mengenai penelitian yang dilakukan oleh David Buss, bahwa ketika sepasang pria dan wanita saling jatuh cinta, tingkat testosterone pria menurun, sementara tingkat oksitosinnya meningkat sehingga proses ketertarikan menjadi lebih cepat. Hal ini membuat pria menjadi lebih lembut, lebih peka dan lebih santai. Di saat bersamaan, testosteron pada wanita meningkat akibat kegirangan dan rasa percaya diri yang mereka rasakan pada awal hubungan. Tingkat testosteron yang meningkat itu membuat wanita lebih mudah terangsang, menciptakan ilusi bahwa dorongan seksual pria dan wanita pastilah sama. Sekitar tiga hingga sembilan bulan dari awal hubungan cinta, dorongan seksual kembali ke posisi awal, pria mendapat kesan bahwa wanita sudah tidak tertarik pada seks dan wanita menganggap bahwa pasangannya hanyalah seorang seks maniak.
Beda bukan? Maka jangan heran jika ada yang mengatakan bahwa laki-laki akan merasa pusing dan linglung saat ia melihat wanita mengenakan hotpants, rok mini, atasan berkerah terbuka dan berbagai macam pakaian yang memamerkan bentuk tubuh dan kecantikannya. Diceritakan dalam penelitian lain bahwa ketika pria melihat lengan, betis jenjang wanita atau bagian tubuh lain maka ia akan mudah berfantasi “telanjang” atas apa yang dipandangnya. Bahkan ada yang lebih hebring lagi, laki-laki dapat memenuhi kebutuhan biologis tanpa cinta atau pertimbangan apapun, yang hal ini sangat bertentangan dengan pemikiran wanita. Dan ironisnya dalam kondisi seperti ini pun wanita banyak yang tidak menyadari ancaman yang mengincarnya. Secara psikolgis ia lebih senang disanjung dan dipuja. Terkadang karena dorongan kebutuhan psikologisnya ini ia tidak malu lagi memperlihatkan hal-hal berharga yang dimilikinya agar terkesan mempesona dan memikat. Andai saja wanita tahu bahwa kalimat “kamu cantik dan mengagumkan atau kamu terlihat menawan” diterjemahkan oleh seorang pakar “wajahmu terlihat simetris dan cerah, tandanya kamu akan berhasil meneruskan gen milikku. Maka aku ingin segera berhubungan seks denganmu.”

Ngeri ya?!!!!
Bak gayung bersambut, ketika laki-laki digambarkan dengan psikologis seperti ini, kaum hawa justeru ‘asik’ dengan style body show off. Terlebih Jakarta, hotpant menjamur di mana-mana. *Banyak-banyak nunduk atau liat langir ya kalau ke Ibu Kota. Nah, Friends, ga ada kata terlambat kok, ga ada kata terlanjur, semua keburukan bisa dihapus dengan kebaikan. Daripada kelamaan mikir, mending segera ambil sikap yang tepat yuk!. Pilihan tepat itu ada dalam tawaran Islam yaitu sebuah security guard bernama JILBAB untuk menjaga wanita dari kemungkinan-kemungkinan terburuk. And my lovely friends, jangan lupa untuk padukan jilbab dengan pakaian longgar ya, dijamin kamu tambah kece dan AMAN…

Gimana cara pakai jilbab? Gampang! Pergi ke tukang jilbab, transaksi, dan bawa pulang deh… di rumah, you bisa buka-buka Mbah Gugel buat cari tutorial hijab. Enteng kan? Untuk mendapatkan pakaian muslimah caranya juga sama. Selamat berjuang! Setelah mencoba jangan lupa untuk ketagihan, terus lekatkan jilbabnya yaaaa…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar