Baru-baru ini booming pemberitaan soal
pelecehan seksual paling ekstrem yaitu perkosaan. Beberapa waktu lalu
wanita-wanita India pun berunjuk rasa menuntut keadilan pemerintah atas
tindakan biadab tersebut. Sedangkan di Indonesia sendiri, masyarakat
digelisahkan dengan pemberitaan kematian bocah berusia kelas lima SD yang
setelah dilakukan uji forensik didapat luka yang tidak wajar pada bagian
kelamin anak tersebut, sehingga tim yang menanganinya berasumsi bahwa anak itu
adalah korban pelecehan seksual. Astaghfirullah, Na'udzu Billah...
Daripada gelisah dan galau tingkat dewa, sebaiknya kita jadikan kasus-kasus yang menimpa saudara-saudara
kita sebagai pelajaran kehidupan. Sadar atau tidak, kesulitan-kesulitan orang
lain yang membuat kita berhati-hati dan antisipatif atau bahkan merasa jauh
lebih beruntung. Nah, di antara pembalajaran itu salah satunya adalah kita cari
jawaban ilmiah mengapa ‘pilihan hina’ itu bisa terjadi. Walaupun bahasannya
akan terkesan vulgar dan menimbulkan ekspresi “Oh yaaaa?!”, semoga setelah
mempelajarinya kita dapat bertindak preventif agar terlindung dari ancaman itu.
Begini Friends, sebetulnya tidak perlu
dilakukan identifikasi ilmiah untuk mengetahui perbedaan fisik antara pria dan
wanita. Karena sudah jelas, pria identik dengan kekekaran sedangkan wanita khas
dengan gemulai dan lekuk tubuh. Dilihat dari organ pun, ada organ-organ
tertentu yang dimiliki wanita dan tidak dimiliki pria, begitu pula sebaliknya.
Perbedaan itu pula yang mendorong dua insan berlainan jenis ini untuk hidup
berpasangan dan saling menyempurnakan. Maka dalam berpasangan ini
dibicarakanlah istilah cinta dan seks. Dua komponen ini sangatlah mendasar
dalam kehidupan manusia. Dalam prakteknya, dua hal ini akan diatur oleh apa
yang kita sebut dengan agama. Tidak perlu merasa disulitkan, karena
sesungguhnya agama sangat memudahkan dan membuat segalanya menjadi baik.
Contohnya jika seseorang ingin memenuhi kebutuhan biologis ya menikahlah jalannya,
bukan jajan atau ngerampok.
Begini Friends, sebetulnya tidak perlu
dilakukan identifikasi ilmiah untuk mengetahui perbedaan fisik antara pria dan
wanita. Karena sudah jelas, pria identik dengan kekekaran sedangkan wanita khas
dengan gemulai dan lekuk tubuh. Dilihat dari organ pun, ada organ-organ
tertentu yang dimiliki wanita dan tidak dimiliki pria, begitu pula sebaliknya.
Perbedaan itu pula yang mendorong dua insan berlainan jenis ini untuk hidup
berpasangan dan saling menyempurnakan. Maka dalam berpasangan ini
dibicarakanlah istilah cinta dan seks. Dua komponen ini sangatlah mendasar
dalam kehidupan manusia. Dalam prakteknya, dua hal ini akan diatur oleh apa
yang kita sebut dengan agama. Tidak perlu merasa disulitkan, karena
sesungguhnya agama sangat memudahkan dan membuat segalanya menjadi baik.
Contohnya jika seseorang ingin memenuhi kebutuhan biologis ya menikahlah jalannya,
bukan jajan atau ngerampok.
Well, mengapa ‘perampokan’ bisa terjadi?
Secara khusus Allan Pease dan Barbara Pease
melakukan penelitian mengenai seks dan cinta berdasarkan gender. Dalam bukunya Why
Men Want Sex and Women Need Love mereka menerangkan bahwa dalam hal cinta
dan seks pria dan wanita memiliki kepentingan yang amat berbeda. Testosteron,
senyawa hormonal yang berperan besar dalam dorongan seks, pria memilikinya
20-30 kali lebih banyak dibandingkan wanita. Inilah sebabnya dorongan seks pada
laki-laki bersifat lebih kuat dan sangat mendesak. Testosteron membuat pria
memiliki lebih banyak rambut, lebih besar, lebih kuat, lebih agresif, dan lebih
mudah terangsang dibandingkan wanita. Namun, pria memiliki jumlah oskitosin
atau yang disebut dengan hormon penyayang yang jauh lebih sedikit dibanding
wanita.
Pada tahun 2006, professor di Organizational
Psychology Divison di Alliant International University San Fransisco, Rebecca
Turner, PhD, menghasilkan penelitian bahwa hormone oksitosin merupakan perekat
ikatan emosional manusia. Bila orang berpasang-pasangan atau jatuh cinta, maka
akan timbul rasa hangat yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Tingkat
oksitosin yang lebih pada wanita dibandingkan pria menyebabkan wanita jatuh
cinta lebih dalam di awal hubungan. Semakin banyak hormone yang diproduksi
semakin besar pula kecenderungan wanita untuk memelihara rasa itu dan semakin
dalam pula mereka akan terikat dengan seseorang. Hanya dengan mendengar nama
orang yang dicintainya, bau parfum, berfantasi akan meningkatkan level
oksitosin pada tubuh wanita. Semua hal materialistik seperti rumah mewah, mobil
baru, pakaian mahal, perhiasan, tidak dapat menyembunyikan kondisi
emosionalnya. Jika ia merasa dicintai dan dikagumi, hormone dalam tubuhnya akan
membuat aliran darah bergerak menuju bagian pipinya, membuatnya bersinar dan
memancarkan kehangatan. Sama halnya ketika ia merasa diabaikan, emosi jiwanya
akan mudah terlihat.
Dalam buku tersebut dipaparkan juga mengenai
penelitian yang dilakukan oleh David Buss, bahwa ketika sepasang pria dan
wanita saling jatuh cinta, tingkat testosterone pria menurun, sementara tingkat
oksitosinnya meningkat sehingga proses ketertarikan menjadi lebih cepat. Hal
ini membuat pria menjadi lebih lembut, lebih peka dan lebih santai. Di saat
bersamaan, testosteron pada wanita meningkat akibat kegirangan dan rasa percaya
diri yang mereka rasakan pada awal hubungan. Tingkat testosteron yang meningkat
itu membuat wanita lebih mudah terangsang, menciptakan ilusi bahwa dorongan
seksual pria dan wanita pastilah sama. Sekitar tiga hingga sembilan bulan dari
awal hubungan cinta, dorongan seksual kembali ke posisi awal, pria mendapat
kesan bahwa wanita sudah tidak tertarik pada seks dan wanita menganggap bahwa
pasangannya hanyalah seorang seks maniak.
Beda bukan? Maka jangan heran jika ada yang
mengatakan bahwa laki-laki akan merasa pusing dan linglung saat ia melihat
wanita mengenakan hotpants, rok mini, atasan berkerah terbuka dan berbagai
macam pakaian yang memamerkan bentuk tubuh dan kecantikannya. Diceritakan dalam
penelitian lain bahwa ketika pria melihat lengan, betis jenjang wanita atau
bagian tubuh lain maka ia akan mudah berfantasi “telanjang” atas apa yang
dipandangnya. Bahkan ada yang lebih hebring lagi, laki-laki dapat memenuhi
kebutuhan biologis tanpa cinta atau pertimbangan apapun, yang hal ini sangat
bertentangan dengan pemikiran wanita. Dan ironisnya dalam kondisi seperti ini
pun wanita banyak yang tidak menyadari ancaman yang mengincarnya. Secara
psikolgis ia lebih senang disanjung dan dipuja. Terkadang karena dorongan
kebutuhan psikologisnya ini ia tidak malu lagi memperlihatkan hal-hal berharga
yang dimilikinya agar terkesan mempesona dan memikat. Andai saja wanita tahu
bahwa kalimat “kamu cantik dan mengagumkan atau kamu terlihat menawan”
diterjemahkan oleh seorang pakar “wajahmu terlihat simetris dan cerah,
tandanya kamu akan berhasil meneruskan gen milikku. Maka aku ingin segera
berhubungan seks denganmu.”
Ngeri ya?!!!!
Bak gayung bersambut, ketika laki-laki
digambarkan dengan psikologis seperti ini, kaum hawa justeru ‘asik’ dengan style
body show off. Terlebih Jakarta, hotpant menjamur di mana-mana. *Banyak-banyak
nunduk atau liat langir ya kalau ke Ibu Kota. Nah, Friends, ga ada
kata terlambat kok, ga ada kata terlanjur, semua keburukan bisa dihapus
dengan kebaikan. Daripada kelamaan mikir, mending segera ambil
sikap yang tepat yuk!. Pilihan tepat itu ada dalam tawaran Islam yaitu
sebuah security guard bernama JILBAB untuk menjaga wanita dari kemungkinan-kemungkinan
terburuk. And my lovely friends, jangan lupa untuk padukan jilbab dengan
pakaian longgar ya, dijamin kamu tambah kece dan AMAN…
Gimana cara pakai jilbab? Gampang! Pergi ke
tukang jilbab, transaksi, dan bawa pulang deh… di rumah, you bisa buka-buka
Mbah Gugel buat cari tutorial hijab. Enteng kan? Untuk mendapatkan pakaian
muslimah caranya juga sama. Selamat berjuang! Setelah mencoba
jangan lupa untuk ketagihan, terus lekatkan jilbabnya yaaaa…
